Rabu, 09 April 2014

Amalan Surat Al-Waqiah dan Fadhilah membacanya

Assalamu'alaikum wr.wb. Semoga Allah senantiasa menaungi kita dalam keadaan baik segalanya. Amiin. Setelah saya mengamalkan surat Al-Kahfi dan Surat As-Sajdah kali ini saya mencoba mengamalkan surat Al-Waqiah.

Surat Al Waaqi'ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa. Dinamai dengan Al Waaqi'ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi'ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang menerangkan tentang keadaan hari kiamat, balasan yang akan diterima oleh orang-orang mukmin dan kafir, tentang kekuasaan Allah dengan diciptakannya manusia, tumbuhan, api dan adanya hari berbangkit.

Pokok-pokok Kandungan isinya :

Tentang pokok-pokok keimanan, yaitu huru-hara di waktu terjadinya hari kiamat; manusia di waktu hisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka; bantahan Allah terhadap keingkaran orang-orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab; Al Quran berasal dari Lauhul Mahfuuzh.

Adapun kandungan yang lainya yaitu gambaran tentang syurga dan neraka.

Fadhilah membaca Surat Al-Waqi'ah

Apabila surat Al-Waqi'ah dibaca setiap malam sebagai wirid, insya Allah tidak akan tertimpa kesusahan/kepapaan yang diterangkan dalam sabda Rasulullah SAW:

مَنْ قَرَأَسُوْرَةَاْلوَقِعَةِكُلَّ لَيْلَةٍلَمْ تُصِبهُ فَاقَةٌوَسُوْرَةُاْلوَقِعَةِسُوْرَةُاْلغِنٰاءفَاقْرَؤُوْهَاوَعَلِّمُوْهَاأَوْلاَدَكُمْ

man qara'a suratul-waqi'ah kulla lailatin lam tusibhu faqah, wa wa suratul-waqi'ah suratul-ginaa faqra'uulha wa 'allimuuha auladakum

Artinya:
"Barangsiapa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, maka tidak akan menimpa kepadanya kepapaan. dan surat Waqi'ah adalah surat kaya, maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anak kamu."

Imam Ja'far ra. Berkata, "Barangsiapa membaca surat Al-Waqi'ah pada waktu pagi ketika keluar dari rumahnya untuk bekerja atau untuk mencari nafkah. maka Allah Ta'ala mempermudah rezekinya dan mendatangkan hajatnya. dan barang siapa membaca surat Al-Waqi'ah di waktu pagi dan sore, maka ia tidak akan kelaparan atau kehausan, dan tidak akan takut terhadap orang yang akan memfitnah, sedangkan fitnahnya kembali pada orang itu." (Khazinatul Asrar Kubra: 360)

Dalam khawashul Qur'an fadhilah surat Al-Waqi'ah dibaca 41 kali atau sesudah shalat Ashar dibaca sebanyak 14 kali, Insya Allah didatangkan hajatnya terutama urusan rezeki. Dengan membaca surat Al-Waqi'ah selama 40 hari berturut-turut dan setiap harinya dibaca 40 kali akan mendatangkan rezeki yang tak terkira datangnya.

Fadhilah lain dengan membaca surat Al-Waqi'ah sebagai wirid secara rutin setiap hari dan malam, Insya Allah akan dijauhkan dari kefakiran selamanya. Sa'd Al-Mufti berkata bahwa hadits ini shahih:

مَنْ قَرَأَسُوْرَةَاْلوَقِعَةِلَمْ يَفْتَقِرْ اَبَدًا
man qara'a suratal-Waqi'ah lam yaftaqir abada

Artinya:
"Barangsiapa (membiasakan) membaca surat Al-Waqi'ah, maka ia tidak akan kefakiran selamanya."

Subhanallah Maha Suci Allah dengan Segala FirmanNya. dan tidak akan ingkar dengan janji-janji-Nya.

10 Keutamaan Istighfar


10 Keutamaan Istighfar


"Maka Aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu', sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."

(QS Nuh [72]: 10-12)


Setiap kita tentu ingin hidup mapan, sejahtera dan makmur. Terhindar dari krisis atau kekeringan. Namun tak banyak dari kita yang menyadari pemicu munculnya kekeringan dan krisis serta solusi agar selamat dan terbebas dari semua problematika tersebut.
Ayat di atas memberi penjelasan gamblang tentang salah satu kaidah kehidupan yang mengatur masalah ini.

WASIAT NABI NUH

Ayat 10-12 surat Nuh adalah bagian dari kumpulan ayat yang bercerita tentang metode dakwah Nabi Nuh as pada kaumnya yang membangkang. Menyadari bahwa setiap manusia pasti mencintai kemakmuran, kesejahteraan serta beragam kebaikan dunia, maka Nabi Nuh menggugah hati nurani mereka dengan menawarkan solusi untuk perbaikan negeri dan terhindar dari krisis.
Ia mengajak kaumnya untuk “istighfar nasional” agar hidup mereka berkah, makmur, sejahtera dan selamat dari semua bentuk malapetaka. Nabi Nuh berkata, "Mohonlah ampun (beristighfarlah) kepada Tuhanmu".
Manurut Ibnu Katsir, maksud ayat di atas adalah "Kembalilah kalian kepada-Nya. Kembalilah kalian dari kesesatan. Bertobatlah kalian sesegera mungkin. Sebab, sesungguhnya barangsiapa yang bertobat kepada-Nya, maka Dia akan menerima tobatnya, sebesar apa pun dosanya, seberat apa pun kekufuran dan kesyirikannya," (Tafsir Ibnu Katsir V/142).
Istighfar adalah thalabu'l maghfirah, memohon ampunan. Dan maghfirah adalah wiqaayatu syarri'dz dzunub ma'a satriha, perisai keburukan dosa disertai dengan ditutupinya dosa tersebut sehingga tidak terkuak di masyarakat.
Menurut sebagian ulama, 'istighfar' bermakna memohon ampunan dengan lisan, sedangkan 'tobat' melepas diri dari dosa dengan hati dan seluruh anggota badan. Sebagian lagi tidak membedakan keduanya dan saling melengkapi.
Kejujuran istighfar seseorang tentu dibarengi dengan tobat, sebagaimana kesungguhan tobat seseorang pasti diiringi dengan mengulang banyak istighfar.

KEUTAMAAN DAN MANFAAT ISTIGHFAR
Sungguh dahsyat sebuah istighfar. Ia mampu mendatangkan banyak keutamaan dan manfaat, di antaranya:
1. Diampuni dosanya. Seperti firman Allah dalam QS Al Muzzammil [73]: 20, "Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Sebab, setiap dosa meninggalkan noda hitam pada hati dan noda hitam itu bisa lenyap dengan istighfar.
2. Menjadi penyebab turunnya hujan yang menghilangkan kekeringan dan menyebabkan kesuburan tanah.
3. Dilapangkan rezeki dan harta sehingga hidupnya makmur dan sejahtera.
4. Diberi kemudahan mendapatkan anak dan keturunan.
Tiga keutamaan terakhir ditegaskan Allah dalam ayat di atas, "Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."
5. Ditambah kekuatannya. Firman Allah, "Dan (dia berkata): 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa,'" (QS Hud [11]: 52).
6. Dimudahkan segala urusannya. Sabda Rasulullah, "Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka," (HR Abu Daud no. 1520 dan Ibnu Majah no. 3951, dan di-dha'if-kan oleh Albani).
7. Diberi kenikmatan yang baik terus-menerus. Allah berfirman, "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat," (QS Hud [11]: 3).
8. Menolak bala dan bencana. Firman-Nya, "Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun," (QS Al Anfaal [8]: 33).
9. Penyebab turunnya rahmat Allah. Allah berfirman, "Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat," (QS An Naml [27]: 46).
10. Dihapus kejelekannya dan diangkat derajatnya. Allah berfirman, "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," (QS An-Nisa' [4]: 110).

Demikianlah korelasi antara istighfar dengan kemakmuran, kesejahteraan, kemudahan dan kebahagiaan hidup. Ini merupakan sunnatullah.
Munculnya beragam bencana, malapetaka, dan krisis multidimensi adalah akibat lalai, dosa, dan menjauh dari Allah berikut ajaran-ajaran-Nya, serta enggan beristighfar.
Pantaslah jika istighfar kita posisikan sebagai salah satu solusi dari semua permasalahan.

Sholawat Nariyah dan Khasiatnya

Sholawat Nariyah



Allohumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin laka
Artinya :
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahtraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, semoga terurai dengan berkah-Nya, segala buhulan dan dilepaskan dari segala kesusahan, ditunaikan segala hajat dan tercapai segala keinginan dan husnul khotimah (saat akhir baik) dicurahkan hujan (rahmat) oleh Allah SWT, dengan berkahnya yang mulia atas keluarga dan sahabat-sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas bahkan sebanyak pengetahuan-Mu wahai Tuhan kami”
Shalawat adalah permohonan kepada Alloh SWT agar memberikan keberkahan dan kemuliaan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya. Apabila Shalawat dijadikan do`a, maka menjadikan do`a tersebut segera naik ke langit.
Tidak diragukan lagi bahwasanya shalawat kepada Nabi saw memiliki keutamaan dan fadhilah yang luar biasa bagi orang yang mengamalkannya. Kesimpulan ini didukung oleh dalil-dalil dari al-Qur-an dan as-Sunnah yang shahih. Untuk mendapatkan fadhilah tersebut, maka orang berlomba-lomba memperbanyak shalawat.
Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.
Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.

Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

Jadi nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.
Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak.
Khasiat sholawat Nariyah:
1.      Dengan membaca sholaawat nariyah 11x  setiap hari maka akan dimurahkan rizki dan terjaga nama baik kita dalam masyarakat.
2.      Bila dibaca 21x setiap selesai sholat shubuh dan maghrib, maka insya Allah dapat menjaga dari segala musibah dan marabahaya apapun.
3.      Bila dibaca 40x maka insya Allah dapat menghilangkan segala kesusahan, memudahkan semua pekerjaan, mudah memperoleh rizki, membersihkan hati, menaikkan derajat, memperbaiki budi pekerti, menjaga marabahaya dan malapetaka.
4.      Apabila mempunyai hajat yang besar, maka bacalah sholawat nariyah ini sebanyak 4444x, maka insya Allah apa yang diinginkan akan tercapai.
Itulah diantara khasiat-khasiat sholawat nariyah yang hendaknya diamalkan dengan penuh keyakinan seraya memohon kepada Allah yang maha kuasa. Insya Allah akan mendapatkan keberhasilan.

sumber : karunia-illahi.blogspot.com/

KEUTAMAAN SHALAT DHUHA

Shalat Dhuha adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik setinggi kurang lebih 7 hasta sampai tergelincirnya (kira-kira antara jam 07 sampai jam 11). ShaLat ini dilakukan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam minimal dua rakaat, dan maksimal dua belas raka’at dengan salam setiap dua rakaatnya.
Abu Hurairah r.a berkata: “kekasihku Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berpesan kepada saya supaya berpuasa tiga hari tiap-tiap bulan (puasa ayyaaamul biidh tgl 13, 14 dan 15 di bulan-bulan Hijriyah), dan Shalat Dhuha dua raka’at dan Shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari dan Muslim).
Aisyah r.a berkata:” Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa melaksaNakan Shalat Dhuha empat raka’at, dan kadang-kadang melebihi dari itu sekehendak Allah.” (HR. Ahmad, Muslim dan Ibnu Majalah).
Dalam riwaYat lain: “Bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengerjakan Shalat Dhuha sebanyak delapan raka’at dan tiap-tiap dua raKa’at bersalam.” (HR. Abu Daud)
dari Anas r.a ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang Shalat Dhuha dua belas raka’at, niscaya Allah akan dirikan gedung baginya di surga.” (HR. Turmudzi)
Adapun di antara fadhilah (keutamaan) Shalat Dhuha adalah sebagai penganti shadaqah, diampuni dosa-dosa orang yang menjalankan dan diluaskan rizkinya. Rasulullah bersabda : “Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan langgeng akan diampuni diampuni dosanya oleh Allah, sekali dosa itu sebanyak busa lautan.” (HR. Turmudzi)
Dalam hadist Qusdi, Nuwas bin Sam’an ra menuturkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: “Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman: Wahai Anak Adam, jangai sekali-kali engkau malas mengerjakan empat raka’at pada waktu permulaan siang (yakni Shalat Dhuha), nanti pasti kucukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR. Hakim dan Thabrani)
Dari Abu Dzar ra. bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “hendaklah masing-masing kamu tiap-tiap pagi bershadaqah untuk persendian badannya. maka itap kali bacaan tasbih bacaan tasbih (subhanallah) itu shadaqah, tiap tahmid (alhamdulillah) itu shadaqah, setiap tahlil (laa ilaaha Illallah) itu shadaqah, menyuruh kebaikan dan melarang kejahatan itu shadaqah, dan sebagai ganti itu semua, cukuplah mengerjakan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud)
Demikianlah fadhilah Shalat Dhuha, adapun tata cara melakssanakan shalat ini seperti shalat sunnah lainya, dengan salam dua raka’at.
Wallahu A’lam
KEMULIAAN ORANG YANG SHALAT DHUHA
Orang yang suka memulai di pagi harinya dengan menyebut dan mengagungkan Allah dengan melakukan shalat dhuha yakni shalat sunnat dua rakaat sekali, dua kali, tiga kali atau empat kali sesudah naik matahari kira-kira antara jam 7 sampai dengan jam 11, Allah Subhanhu Wa Ta'ala akan menjamin baginya dengan jaminan istimewa di dunia dan akhirat.
Perbuatan tersebut adalah kebiasaan yang dilakukan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam selama hidupnya, sebagaimana beberapa keterangan antara lain :
“Telah berkata Abu Huraerah : Kekasih saya, (Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam) telah berwasiat tiga perkara kepada saya, yaitu puasa tiga hari tiap-tiap bulan, sembahyang dhuha dua rakaat dan sembahyang witir sebelum tidur”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari Muslim).
“Ada orang bertanya kepada Aisyah : Adakah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sembahyang dhuha? Jawabnya : Ada, empat rakaat, dan terkadang ia tambah yang dikehendaki oleh Allah”. (H.R. Muslim).
“Telah berkata Ummu Hani : Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah pergi mandi, dan dilindungi oleh Fatimah, kemudian ia ambil kainnya, lalu berselimut dengan itu, kemudian ia sembahyang delapan rakaat, sembahyang Dhuha”. (Riwayat Bukhari Muslim 318 – Pengajaran Shalat).
Memang SHALAT DHUHA merupakan keistimewaan yang luar biasa, sebab manusia akan merasa berat dan bahkan terlalu berat disaat-saat yang tanggung untuk berangkat kerja atau sedang kerja (sekitar jam 7 hingga jam 11), dia menyempatkan diri dulu buat melakukan shalat sunnat tersebut.
Padahal dirasa berat hanyalah apabila belum biasa dan belum tahu keistimewaannya. Lain halnya dengan orang yang sudah tahu keistimewaannya dan imannya pun cukup kuat, tentu walau bagaimanapun keadaannya, apakah dia mau berangkat, ataukah sedang dikantor, tentu ia mengutamakan shalat itu barang sebentar, ia merasa sayang akan keutamaan ridha Allah yang ada pada shalat tersebut.
Keutamaan shalat DHUHA dalam pahalanya memadai buat mensucikan seluruh anggota tubuh yang padanya ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Sebagimana keterangan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bahwa setiap persendian itu ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Sedang dengan tasbih, tahmid, takbir dan amar ma’ruf nahyil munkar, cukuplah memadai buat kafarat kepada haq tersebut. Tapi semua itu cukuplah memadai dengan shalat DHUHA dua rakaat :
“Dari Abu Huraerah ridliyallhu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : Pada tiap-tiap persendian itu ada shadaqahnya, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah (bacaanya : SUBHANALLAH/ MAHA SUCI ALLAH, ALHAMDULILLAH/ SEGALA PUJI BAGI ALLAH, LAA ILAHA ILLALLAHU/TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, ALLHU AKBAR/ALLAH MAHA BESAR), setiap amar ma’ruf nahyil munkar itu shadaqah. Dan cukuplah memadai semua itu dengan memperkuat/melakuka n dua rakaat shalat dhuha” (Riwayat Muslim – Dalilil Falihin Juz III, hal 627).
Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa shalat empat rakaat dipagi hari, Allah bakal menjamin dan mencukupkan segalanya dengan limpahan barakah sepanjang hari itu, sehingga bathinpun akan terasa damai walau apapun tantangan hidup yang merongrong, karena dia telah sadar semua itu ketetapan Allah :
“Hai anak Adam, tunaikanlah kewajibanmu untuk KU, yaitu sembahyang empat rakaat pada pagi hari, niscaya Aku akan mencukupi sepanjang harimu” (Hadits Riwayat Imam Ahmad, Abu Ya’la).
Dengan lafadz lain berbunyi :
“Hai anak Adam, bersembahyanglah untuk KU empat rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu” (Riwayat Ahmad dari Abi Murrah).
Coba renungkankan isi daripada do’a setelah shalat dhuha itu, nadanya seolah-olah memaksa untuk diperkenankan oleh Allah. Dan memang demikianlah lafadz do’a tersebut diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
“Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha (milik) Mu, kecantikan ialah kencantikan (milik) Mu, keindahan itu keindahan (milik) Mu, kekuatan itu kekuatan (milik) Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik) Mu, dan perlindungan itu perlindungan Mu”.
Ya Allah, jika rizqiku masih diatas langit, turunkanlah (berlafadz perintah), dan jika ada di didalam bumi, keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba Mu yang shaleh”.
Itulah keistimewaan dan keutamaan shalat DHUHA, didunia memberikan keberkahan hidup kepada pelakunya, diakheratpun /di hari kiamat orang itu dipanggil/dicari Tuhan untuk dimasukkan ke dalam syurga, sebagaimana sabda Nya didalam hadits qudsi :
“Sesungguhnya di dalam syurga, ada pintu yang dinamakan pintu DHUHA, maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), dimanakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas Ku dengan sembahyang DHUHA? inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam syurga dengan rahmat Allah”. (Riwayat Thabrani dari Abu Huraerah).

Sumber:

Keajaiban Shalat Tahajut



“Jika matahari sudah terbenam, aku gembira dengan datangnya malam dan manusia tidur karena inilah saat hanya ada Allah dan aku.”
Sejarah telah mencatat bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabat selalu melaksanakan shalat tahajud. shalat tahajud adalah shalat yang sangat mulia. Keajaiban melaksanakan shalat tahajud telah tercatat dalam alquran. Ada beberapa keajaiban shalat tahajud seperti berikut ini:
1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga
Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).
2. Amal yang menolong di akhirat …
Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.
3. Pembersih penyakit hati dan jasmani …
Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)
4. Sarana meraih kemuliaan …
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)
5. Jalan mendapatkan rahmat Allah …
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)
6. Sarana Pengabulan permohonan …
Allah Subhanhu Wa Ta'ala berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,
“Dari Jabir berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)
7. Penghapus dosa dan kesalahan …
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)
8. Jalan mendapat tempat yang terpuji …
Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman,
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)
9. Pelepas ikatan setan …
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”
10. Waktu utama untuk berdoa …
Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)
11. Meraih kesehatan jasmani …
“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.” (HR. At-Tarmidzi)
12. Penjaga kesehatan rohani …
Allah Subhanhu Wa Ta'ala menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Allah Subhanhu Wa Ta'ala Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)
Keajaiban shalat tahajud sudah terbukti, maka bertahajudlah!
Mungkin masih banyak lagi keajaiban shalat tahajud yang mungkin terlewat dari tulisan ini. Yang pasti shalat tahajud merupakan shalat yang bagus sebagai ibadah tambahan bagi kita.
Subhanallah .. Shalat tahajud benar-benar dahsyat dalam meraih kebaikan dunia akhirat

Sumber:

Keutamaan Shalat Tepat Waktu


shalat tepat waktu 490x326 Keutamaan Shalat Tepat Waktu
AWAL shalat ditandai dengan berkumandangnya azan, tetapi pasar, kantor, terminal serta tempat-tempat lain masih saja hiruk pikuk dipenuhi umat muslim. Mereka tidak bergegas memenuhi panggilan azan ini, bahkan ada juga yang melalaikan shalat lima waktu. Menunaikan shalat tepat waktu berarti melatih diri untuk disiplin.
Bila kita mulai dari disiplin shalat, maka kita akan terbiasa melakukan disiplin-displin dalam kegiatan lainnya. Shalat tepat waktu bisa menjadi ukuran disiplin bagi seorang muslim.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
“…Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).
Keutamaan shalat tepat waktu juga bisa menjadikan seseorang lembut hati dan dikaruniai kesehatan. Untuk Shalat Isya’ Nabi biasa mengerjakannya pada sebagian besar waktu malam.
“Telah bersabda Rasulullah saw.”Sekiranya tidak memberatkan umatku, tentu aku suruh mereka mengundurkan isya hingga sepertiga atau seperdua malam.” (HR.Ahmad, Ibnu Majah,Tirmizi).
Pesan Khalifah Usman bin Affan ra:
“Orang-orang yang memelihara shalat lima waktu dan mengerjakannya tepat pada waktunya, maka Insya Allah, Allah akan memuliakan orang itu dengan sembilan macam kemuliaan:
1. Dicintai Allah
2. Badannya senantiasa sehat
3. Dijaga oleh Malaikat
4. Diturunkan berkah untuk rumahnya
5. Mukanya akan kelihatan tanda orang yang shaleh
6. Allah akan melembutkan hatinya
7. Dapat melalui jembatan Shiratal Mustaqim layaknya seperti kilat
8. Akan diselamatkan dari api neraka
9. Allah akan menempatkannya ke dalam golongan orang-orang yang tidak takut dan bersedih. [ziemens islam]

Copyright @ 2013 KAROMAH DOA.